Sunday, 27 August 2017

Menghadapi Anak Yang Kalah



Moment 17 Agustus penuh dengan berbagai acara yang ga pernah jauh dari lomba. Dari makan kerupuk sampai menyanyi lagu wajib. Nah buat mommy-mommy, sibuk juga ga kaya aku yang ngaturin jadwal nya si anak?

Pagi-pagi harus sekolah, meski cuma buat Upacara Bendera yang memakan waktu satu jam lebih, lanjut ada lomba di sekolah tapi di lingkungan rumah juga ada. Nah berhubung tahun 2017 tanggal 17 Agustus nya jatuhnya di hari Kamis, Jumat ada lagi acara lomba di sekolah. Sabtu di Gereja, Minggu di lingkungan rumah dan Gereja.

Anak kelelahan tapi seneng, banyak hadiah dari Juara 1, harapan hingga kekalahan yang di dapat. Dan sebagai ibu hanya bisa senyum-senyum dengar cerita seru gimana biar bisa menang ini. Kenapa dia kalah di lomba itu. Semangatin aja selalu. Always only games ya neng ☺☺☺

Kadang sih wajah kecewa ada si celah mimik mukanya. Tapi biarlah, kekalahan ini sebagai wujud kamu sedang berkompetisi.

Ketika si cantik bercerita bahwa ada seorang temannya yang menangis ketika kalah, dia membagikan hadiahnya. “Aku ga tau apa isi kado itu mam, tapi aku kasih aja ke Melia. Abis dia nangis.”
“Kenapa nangis?” tanyaku sepintas.
“Bundanya Melia, ga mau Melia kalah.” Jawab si cantik.
“Namanya perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang kalah dong Beib.” Tangkas aku menanggapi jawabannya.
“Ga boleh kalah, nanti bunda sama ayahnya malu.”
Whaaat? Dari mana ceritanya cuma lomba 17-an anak harus menang terus. Ini adalah hidup, ga bisa semua sesuai kehendak kita. Dan masa iya lomba bakiak kalah ayah sama bundanya malu. Hello, ini anaknya yang aneh ga bisa mencerna petuah orang tuanya atau sang bunda yang terlalu mau sang anak perfect?

Lain hari si cantik cerita lagi “Banu di jewer mamanya waktu kalah lomba masuk in pensil ke botol. Kayanya sakit deh kupingnya, karena Banu meringis.”

“Mam, kasihan deh Wati, ga berani pulang karena ga bawa kado.”

Beberapa percakapan itu membuat aku heran, meski manalah ada ibu yang ga mau anaknya menang, jadi juara, tapi masa iya hanya gara-gara lomba anak harus selalu menjadi pemenangnya.

Ga begitu juga ya mommy, menang atau kalah itu hanya kompetisi. Dalam hidup yang sesungguhnya saja belum tentu kita menjadi pemenangnya. Kita juga pasti pernah kalah.

Apalagi yang hanya lomba anak-anak, toh hadiahnya paling kotak makan atau botol air, yang di rumah pasti ada banyak.    Masa iya hanya karena hal itu si anak takut pulang. Masa karena hal tersebut anak seakan di suruh pikul beban berat. Hanya lomba yang games loh mommy.

Masa iya anak harus selalu jadi pemenang, masa anak tak pernah merasa kalah. Kalah itu adalah kemenangan yang tertunda. Kalah itu belajar lebih baik untuk kemudian hari.
Bukan untuk disesali apalagi dihukum. Jewer itu hukuman loh mom.

Menghadapi kekalahan anak, meski hanya game, ada baiknya sebagai orang tua kita lebih bijaksana, memberi semangat atau bila memang bisa mengulang pertandingan tersebut agar sang buah hati dapat memperbaiki kesalahannya.

Jangan terlalu menekan, karena bila salah caranya hanya akan membuat anak-anak menjadi depresi. Anak itu perlu contoh. Dan anak perlu tempat untuk berbagi ketika dia terluka karena kekalahannya.

Ingat jadi orang tua mencontohkan dan juga mendoakan agar si anak bisa berhasil, bukan untuk ditekan.

Yang sepakat cung. Yang enggak tinggalkan alasannya mengapa tak setuju. Salam cinta buat seluruh anak -anak.
😁😁😁



Sunday, 20 August 2017

Jalan-jalan cuma 20 Ribu

20 RIBU BISA JALAN-JALAN DI JAKARTA

Kalau hari gini kita selalu berpendapat namanya jalan-jalan perlu modal besar apalagi sama anak-anak, memang secara nalar pasti iya ada budget khusus yang kadang-kadang bikin mentok alias membatalkan acara momen bersama keluarga yang diluar rumah.

Wajarlah kebutuhan banyak, harga bahan pokok selalu bertambah, plus kebutuhan yang ecek-ecek selalu meningkat. Namun semua bukan rintangan buat sesuatu yang menarik untuk anak-anak. Cukup kok 20 ribu bisa ke Monas sama ke Museum Gajah. Atau Museum Jenderal Nasution ke https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2567244513765093113#editor/target=post;postID=3217353353600197544;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=9;src=postname sama ke Monas. Besok-besok lagi akan saya tambah beberapa lokasi yang searah. Intinya, anak-anak suka bosan kalau cuma datang ke satu tempat. Namun beberapa tempat dengan biaya terjangkau dan mempunyai nilai tambah. Nilai tambahnya adalah ilmu dari kunjungan ke museum ini.

Beberapa tempat yang saya sebutkan diatas mudah untuk dikunjungi menggunakan angkutan umum. Ini juga angkutan umumnya yang gampang yaitu Commuterline dan transjakarta. Kalau yang lain terkadang harus pindah dari angkutan ini ke bis itu dan memerlukan tambahan biaya transportasi.

Kalau mau ke Museum Gajah yang tutupnya jam 3 sore bisa naik transjakarta, ke arah harmoni turun tepat di depan museum gajah. Nanti kalau sudah selesai kunjungan tinggal menyebrang ke monas.

Estimasi biaya :
1. Transjakarta PP         Rp. 7.000
2. Tiket Museum Gajah Rp. 5.000
3. Tiket Monas.               Rp. 4.000
            TOTAL.                     Rp16.000

Estimasi itu untuk orang dewasa sedangkan untuk anak-anak harga tiket lebih murah. Seperti Museum Gajah yang menetapkan tarif untuk pelajar seharga 2 ribu. Wah lebih murah lagi. Jadi jangan khawatir acara jalan-jalannya menguras uang keluarga ya.

Sedangkan kalau mau ke Museum Jenderal  Nasution dahulu baru ke Monas, bisa mengambil jalan dari naik Commuterline, turun di Stasiun Gondangdia kemudian berjalan sekitar 200 meter untuk menuju Museum Jenderal Nasution. Setelah selesai berputar disana cukup jalan kaki untuk menuju Monas.

Estimasi biaya :
1. Tiket Commuterline dari Bekasi ke Stasiun Gondangdia Rp. 3.000
(Biaya tiket commuterline berbeda-beda tergantung darimana naiknya).
2. Tiket Museum Jenderal Nasution                                                  Free
3. Tiket Monas       Rp. 4.000
                 Total.          Rp. 7.000

Untuk makan, minum dan cemilan bisa bawa dari rumah, atau siapkan yang disukai anak-anak. Seperti mie goreng, roti-rotian bahkan juice yang mudah dibikin bisa sebagai pelengkap acara jalan-jalan keluarga.

Tips dari saya :
1. Beberapa tempat wisata yang dikelola oleh Pemda DKI Jakarta menggunakan kartu jakcard dari Bank DKI. Seperti Taman Margasatwa Ragunan dan Monas. Jadi ada baiknya bawa saja bila sudah punya. Meski dapat dibeli di tempat, namun kartu tersebut dikenakan biaya Rp. 10.000. Bila sudah punya namun tidak ada saldonya tinggal diisi di loket masuk.
2. Jakcard ini bisa digunakan untuk naik transjakarta.
3. Perlu 1 kartu perorang untuk naik commuterline, kalau belum punya e-money atau flazz bca bisa menggunakan tiket berjamin yang bernilai Rp. 10.000 yang akan dikembalikan bila sudah selesai digunakan.
4. Untuk naik transjakarta 1 kartu bisa untuk bersama-sama, cukup pastikan saldo kamu cukup.

Ayo jangan ragu untuk jalan-jalan dengan budget ekonomis. Ala emak-emak smart. Jadi keluarga sehat ga harus jadi orang kaya, family time dan bersama di waktu libur bisa membuat seluruh keluarga mempunyai nilai tambah untuk kebersamaan.


Sunday, 2 July 2017

Cake Putih

Resep ini di save di sini karena sepertinya tahun depan bakal punya banyak putih telur lagi.

Selesai bikin kue kering hal ini yang biasa terjadi, kulkas penuh putih telur.

Dan tralala, mari mulai membuatnya 😊😊😊
Bahannya :
6 putih telur
150 gr tepung terigu (pakainya segitiga biru)
150 gr gula pasir
100 ml susu UHT
100 ml minyak goreng
3 sdm susu bubuk
1/2 sdm baking powder
Perasa vanili

Topping :
75 gr keju oles (pakainya prochiz)
Coklat chip secukupnya

Cara membuatnya :
Campur gula, telur serta minyak dan susu UHT, kocok dengan mixer dengan cepat selama lebih kurang 10 menit, setelahnya gabung dengan tepung terigu, perasa vanila dan susu bubuk, kocok pelan hingga tercampur.

Kukus dengan api sedang dengan pinggan anti panas, yang telah dialasi kertas roti selama lebih kurang 20 menit. Setelah dingin beri toping agar cantik, dengan keju oles yang telah di tim. Kemudian beri sedikit choco chip.



Note ala Karin : rasanya tidak terlalu manis, bila suka manis silakan tambahkan gula sesuai selera.
Buat cek sudah matang atau belumnya bisa menggunakan media lidi, bila tidak menempel artinya sudah matang sempurna.

Nah jadi ga perlu dibuang lagi si putih telur, happy cooking ^_^

Saturday, 1 July 2017

Museum Gajah

Hallooooo,

Ini nulisnya harusnya sudah jadi beberapa minggu yang lalu. Halaaa, alasan lama ah kalau sibuk. Buktinya facebooknya aktif melulu. Apalagi foto instagramnya ada aja yang di posting. Malesin banget ah si Karin.
#tabokPakeCepekan langsung lancar jali nulisnya. #sabar dehem, dehem ga jelas.

Pokoknya beberapa waktu lalu kami sekeluarga sepakat lihat gajah. Iya gajah yang besar, tapi males ke Ragunan. Karena akhir tahun lalu sudah ke Ragunan. Eh tetapi pas tau kemarin Pak Joko Widodo ke Ragunan langsung pengen ke sana lagi. Sananya Ragunan. Tapi ini mau ceritain museum gajah alias Museum Nasional Indonesia. Yang letaknya di jl Merdeka.

Terakhir kali ke Museum Nasional Indonesia ketika saya masih sekolah dasar. Nah suami tercintah malah belum pernah, apalagi anak saya belum pernah dong #kokbangga


Sebenarnya dasar berdirinya museum Nasional diawali sekitar tahun 1778 oleh himpunan yang didirikan oleh Pemerinta Belanda, dan setelah beberapakali ada perubahan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 092/0/1979 tertanggal 28 Mei 1979 menjadi Museum Nasional hingga saat ini.

Tahun 2017 ini tiketnya buat anak-anak sekolah cukup Rp. 2.000, dewasa Rp. 5.000, wisatawan Rp. 15.000 (kalau ga salah). Anak-anak ga perlu tunjukkan kartu pelajar, cuma ditanya kamu kelas berapa sama yang jaga tempat jual tiketnya. Relatif murah buat wisata di saat ini.

Kalau dulu museum ini belum tingkat, masih bangunan lama alias bikinan Belanda. Sekarang yah udah tingkat 4. Megah pisan :) sesuai deh sama pengunjung yang datang, rame. Ga cuma wisatawan lokal, yang wisatawan mancanegara juga banyak, secara lengkap lah barang-barang koleksinya. Dari masa purba (jaman pitekantropus) sampai jaman penjajahan juga ada. Mana adem #eh

Ada beberapa yang terdokumentasi sama saya. 


Ngambil foto disini agak susah, gantian sama orang yang juga pada ngantri.

Salah satu miniatur rumah daerah yang ada di Indonesia

Hiasan rambut

Sejenis pintu 

Kain tradisional

Baju khas Minahasa

Sepeda di awal tahun 1900

Nah buat yang suka sama sejarah benaran ini Museum recommended. Cukup lengkap. Dengan empat lantai yang luas, berbagai macam bukti sejarah terpampang disini. 

Buat kunjungan ke sini juga mudah sekali. Kalau naik kendaraan umum bisa menggunakan busway atau Trans Jakarta, yang lewat monas, turun deh persis di depannya.

Note : buka Hari Selasa sd Minggu.
Tutup di hari Senin dan libur nasional. Jadi di cuti bersama juga libur. 

Mari atur jadwal biar ga kecewa ☺☺☺ 

Trus share juga pengalaman kamu disini ya!

Berkunjung ke Museum buat yang punya anak bisa dibilang rekreasi murah, yang banyak manfaatnya. Ga perlu selalu ke mall buat bikin anak senang dan bahagia. Itu pandangan saya, mungkin kita beda tapi ga masalah juga 😂









Saturday, 24 June 2017

Anti Baper Pas Silaturahmi

Lebaran sebentar lagi, pastinya si ketupat dan sahabatnya bakal ada di meja makan kamu. Bahkan yang ga merayakannya pun sudah dapat dipastikan dapat kiriman dari tetangga.

Biar cuma dikit yang penting makan, titik 😀😀😀
Setelah itu pastinya kamu keliling, ke rumah saudara. Andaikata papa mama kamu anak tertua paling kamu yang didatangi. Lumayan, irit ongkos #kekepindompet ehhh tetap euy, bagi-bagi duit buat anak-anak kecil. Pakai uang receh aja pada suka apalagi kalau kamu kasihnya uang baruan, yang lima puluh ribuan. Huahaha, ketawa seneng yang nerima.


Sekarang berarti saatnya baper, buat yang hidupnya gitu-gitu aja. Ehhh, maksud gitu-gitu aja gimana yah?
Gini deh, buat kamu yang kuliahnya ga beres-beres sudah biasakan ditanya kapan lulus.
Buat yang belum punya pacar biasa juga ditanya siapa pacarnya, padahal dikasih taupun, si encang juga ga kenal ama tu orang.
Yang baru kawin belum bunting ditanya kapan hamil, lah masa iya ga pengen punya anak.
Buat yang anaknya satu ditanya kapan nambah.
Yang suka keluar negeri dapat wejangan lebih bagus ke tanah suci dulu, padahal ga tau aja perginya cuma buat meeting atau pelatihan, boro-boro bisa shoping, beli gantungan kunci aja berasa beban banget.
Nah pasti ada rasa bete-bete dihari yang fitri ini.

Buat saya pribadi pertanyaan ini biasa banget. Nah baper so pasti, tapi jangan salah frend, mungkin si pakde atau tante ga ada maksud buat nyakitin kamu. Ga percaya, balikin dong tanpa baper pertanyaan dari mereka. Misalkan, ga nambah anak, jawab aja, pengennya sih nambah 4, tapi belum dikasih. Niscaya mereka diam atau kasih resep biar tokcer ataupun kasih no telp dokter yang handal. Artinya itu cuma basa basi tanpa maksud menyakiti kamu.

Nah, sebelum jadi ogah silaturahmi mendingan kamu selalu positif sama pertanyaan-pertanyaan yang (kadang) bikin sebel. Mereka cuma maksud basa basi. Itu aja intinya.

Buat yang udah baca ini, jangan suka basa basi alias kepo atau apapun. Karena semua ada waktunya. Mending siapin hati di silaturahmi ini, buat terima undangan dari adik sepupu kamu yang usianya 5 tahun lebih muda dari kamu 😂😂😂

Oh iya, jangan sedih juga lihat kakak kamu yang tahun lalu baru melahirkan tapi besok perutnya udah melendung siap buat melahirkan lagi di dua bulan mendatang. Siapkan hati dan selalu positive thinking.

Badai pasti berlalu. Tahun ini kamu masih kuliah, tahun depan udah bawa pacar, hohoho.

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

Sunday, 18 June 2017

5 Tips Liburan Seru

Woy, lebaran sebentar lagi, ga pantang deh lihatin diskonan. Beli baju balu, cepatu balu, semua balu. Jangan lupa hatinya baru. Ibadahnya tambah nempel.

Anak-anak juga sudah selesai Ujian Kenaikan Kelas. Mamanya juga sudah santai. Minggu depan THR an. Coret-coretan berikutnya liburan. Mudik. Ataupun keliling nyari hiburan.

Mudik mah tiap tahun, jadi ga dibahas saat ini 😁😁😁
Sekarang buat yang pilih liburan yang dekat-dekat aja. Biar fresh dan benar-benar quality time sama orang-orang tersayang #lirikkaca.
Mungkin ada beberapa tips yang bisa di coba agar liburan kamu berhasil.
1. Pastikan semua suka destinasi tujuannya. Namanya liburan jadi pengambil keputusan harus paham siapa aja yang bakalan ikut, makanya tau arahnya kemana. Masa bawa bayi buat outbond, pasti ga efektif. Karena harus ada orang dewasa yang ga ikutan. Batal deh senang bersamanya.
2. Ciptakan suasana hangat.
Liburan tujuannya buat mendekatkan diri dengan seluruh keluarga yang ikut. Jadi cerita dan mendengarkan jadi poin penting. Dimanapun bisa deh buat sharing apapun. Pas banget momentnya liburan. Jadi handphone bisa ga dekat-dekat terus sama kita.
3. Siapkan kebutuhan liburan
Ini paket lengkap kebutuhan. Seperti pakaian dan barang-barang pribadi seluruh keluarga yang ikut serta, seperti sabun dan obat-obatan. Hingga tiket dan identitas pribadi. Kalau ke luar negeri jangan sampai pasport ketinggalan, kalau ga mau di deportasi sama pihak imigrasi.
4. Dokumentasi
Jangan salah ini bukan buat pamer. Tapi ini dibutuhkan beberapa tahun mendatang. Karena momen liburan tiap waktu pastinya beda. Tahun ini si ade baru belajar jalan, beberapa tahun ke depan si ade yang buat rencana.
5. Cari tahu tempat
Meski bisa sambil jalan, tapi cari tau sebanyak-banyaknya destinasi yang mau didatangi bisa jadi ide menarik. Kecuali kalau memang modelnya backpack traveling. Seneng sama yang kaget-kaget. Kaget bayar bill makanan. Kaget sama lingkungan. Tapi ga masalah juga, kan bisa jadi pengalaman baru juga.

Jadi jangan pernah malas cari tahu mau kemana, budget ga usah dipikirin. Ga semua tempat wisata mahal kok. Bisa ke pantai yang tarif masuknya terjangkau. Keliling kota, ke museum ataupun pelabuhan (untuk beberapa tempat seperti Cirebon). Atau kuliner juga bisa jadi tempat jalan-jalan. Oh iya kerumah kerabat juga bisa kok jadi ide. Menjalin silaturahmi ya kan 😁😁😁

Ayo kemana liburan kamu di lebaran ini?


Friday, 2 June 2017

Kukis Sereal (Gampang Buatnya)

Masuk bulan puasa pastinya ga berasa lewati dengan segala kebaikan apapun bentuknya. Plus buka puasa bareng sahabat-sahabat. Dari temen kerja, ibu pengajian, teman arisan sampai teman-teman jaman taman kanak-kanak. Silaturahmi pastinya dan moga-moga ga sampai kekenyangan lalu lupa sama sunnah seperti sholat tarawih #upsss

Kemudian sebelum THR tiba keinginan buat buat kue pengisi toples langsung berseliweranan. Mikir mau beli sama temen atau online atau di bakery langganan. Tapi sepertinya perlu banyak. Mau ke rumah paman, tante, ataupun uwak yang ketemunya cuma pas hari raya ataupun pas kondangan sepupu yang menikah. Lainnya cuma kumpul di grup chatting #plak

Makanya sepertinya nyoba resep kukis sereal ini gampang banget. Ayolah dicoba. Enak kok 😁😁😁
Gampang bangeeeet deh bikinnya ☺☺☺
Mari dicoba, cukup punya waktu 1,5 jam beres kok. Janji deh....

Bahan-bahan :
150 gr margarine
30 gr butter
2 kuning telur
1 putih telur
50 gr keju cheddar
175 gr tepung terigu
1/4 sdt garam
100 gr sereal raisin mix almond
25 gr gula pasir.

Caranya :
● campur margarine, butter, telur, gula pasir, garam. Kocok pakai mixer dengan cepat, sekitar 2 menit.
● gabungkan dengan tepung terigu, keju, sereal dengan adonan margarine, aduk sebentar hingga tercampur rata.
● taruh diloyang yang telah diolesi margarine sesendok, pipihkan sedikit, bentuk sekitar 3 cm.
● panggang dengan api sekitar 150℃ selama 15 menit.

Hasil sekitar 450 gr.



Tips dari Karin :
^ Pilih sereal mix raisin dan almond agar rasanya ada buah dan rasa biji almond.
^ Jangan terlalu lama dalam mengocok margarine dan telur, karena hal ini membuat kukis kita mengembang. Beda ya kalau kue bolu mengembang itu keren, nah kalau kukis ga perlu ngembang. Kalau ngembang jelek 😂

Kalau masukkan ke toples 500 gr kukis ini bisa jadi 2 toples. Serukan yaaa. Banyak dan mudah.

Selama bulan puasa ini bakal ada resep kue kering yang gampang buatnya.

Selamat mencoba !!!