Saturday, March 14, 2015

Mimpi Terbesar Warung 3000 Rupiah

Dalam hidup, saya tak pernah memiliki keinginan atau segala macam niat pencapaian yang tinggi. Apa karena itu hidup saya benar-benar sepi. Segala macam istilah target lalala... lalala... tak pernah repot dalam mainset kepala barbie ini, hihi...

Tapi adalah satu yang saya impikan, menjadi orang kaya. Hahhaa.... biasa banget ah mimpinya. Saya ga pernah takut mimpi. Saya ga pernah takut hari esok. Dan saya sangat yakin Tuhan pasti tau mengapa saya mau jadi orang kaya. Cuma satu tujuannya agar saya bisa berbagi, punya rumah singgah atau mewujudkan mimpi saya punya warung makan yang harganya 3000 rupiah. 

Saya ga mau lihat orang tua yang menyuapi anaknya hanya dengan bubur kosong. Saya tak mau lihat orang dipinggir jalan, makan dengan menu nasi segunung, kerupuk dan sepotong tempe. Bukan masalah tempenya, namun masalah kandungan gizinya kurang seimbang.

Dalam pikiran saya yang sederhana, masalah pangan merupakan hak semua orang. Namun tak semua orang diberkahi rejeki yang mencukupi untuk membeli makanan sehat. Dan itu harus kita perjuangkan, meski baru sekedar mimpi. Tak ada yang mustahil seperti kata banyak orang "Bermimpilah Setinggi Langit" dan menurut saya ini adalah mimpi yang setinggi langit. Tak mudah, meski tak susah. Saya sangat yakin, bila orang tak mampu, diberi kemudahan untuk mendapat makanan layak hanya dengan 3000 rupiah, pastilah mereka akan menjadi manusia yang lebih produktif. Maksud dari 3000, mereka boleh mengambil berapa pun banyaknya, dengan catatan tak boleh tersisa (terbuang). Kita kan tak pernah tau, berapa anggota keluarganya. Bila dia makan tempe dan nasi serta kerupuk 3000 rupiah, apakah istrinya yang sedang hamil telah makan? Apakah anaknya yang baru pulang sekolah sudah kenyang?

Dan saya yakin, orang mampu pastilah tidak akan mau makan ditempat itu. Mereka gengsi makan 3000 sampai kenyang. Dan bilamana mereka mau makan 3000 padahal mampu, berarti orang tersebut sedang berupaya mengumpulkan uang untuk membuka warung seperti itu pula. 

Harapan yang setinggi langit, sedalam lautlkan menjadi kenyataan... entah kapan.

No comments:

Post a Comment